Sunday 13 March 2016

Joger

Berkunjung ke Bali, harus berkunjung ke Joger! Ya.. Joger adalah salah satu tempat yang harus dikunjungi ketika berkunjung ke Bali. Toko souvenir ini telah menjadi bagian penting Bali, bahkan ada statement yang mengatakan ‘rugi ke Bali kalau tidak mangkir di Joger’.

Toko pabrik kata-kata Joger adalah salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan saat kita berkunjung ke Bali. Sebagaimana Dagadu di Jogja, Joger adalah ikon untuk toko souvenir berupa kata-kata lucu yang sebenarnya banyak mengandung filsafat hidup. Adalah Joseph Theodorus Wulianadi, lelaki kelahiran Kota Denpasar, 9 September 1951, yang mendirikan. Pak Joseph yang menyebut dirinya memang berbeda dari yang lain, merdeka, tidak terikat, dan unik. Karakter inilah yang kemudian melekat pada berbagai produk Joger.

Kisahnya, Pak Joseph atau kemudian dikenal dengan Mr. Joger pada sekitar tahun 1970an bersekolah di di Hotelfachshule, Bad Wiesee, Jerman Barat. Ia berkenalan dengan Mr. Gerhard Seeger, hingga menjadi kawan akrab yang sangat baik. Saking baiknya, saat Mr Joger menikah dengan istrinya Ibu Ery Kusdarijati, Mr Gerhard Seeger memberinya hadiah uang sebesar USD 20.000. Uang hasil pemberian inilah yang kemudian dijadikan modal untuk membangun usaha.

Awalnya tidak terpikir memberikan nama apa, tetapi untuk menghargai Mr. Gerhadr, Pak Joseph berinisiatif menggabungkan nama depan dirinya dan Mr Gerhard. Jadilahnama JOGER, gabungan dari nama depan Joseph dan Gerhard. Bermula dari sebuahtoko souvenir kecil di Jalan Sulawesi, Denpasar, di depan Pasar Badung, nama Joger resmi dilahirkan tanggal 19 Januari 1981. Nama ini melekat terus, hinggaakhirnya pada tanggal 7 Juli 1987, Joger membuka satu toko souvenir besar di jalan raya Kuta, Bali, yang semakin ramai, hingga kini.

Tadinya, Mr Joger memutuskan hanya ada satu toko besar ini. Tetapi kemudian karena membludaknya pengunjung hingga sering memacetkan jalan di sekitar Kuta, Joger akhirnya membuka lagi satu toko yang menyediakan barang-barang yang sama di Tabanan, ke arah Bedugul.

Parkiran Joger, Selalu dipenuhi pengunjung Joger adalah salah satu cerita sukses yangluar biasa. Setiap hari, ribuan pengunjung mendatangi tokonya. Bahkan, kalauhari libur, untuk masuk tokopun mesti antri saking banyaknya orang yang akan masuk. Dan bermula hanya dari kaos, sekarang ini di Joger banyak sekali item produk yang bisa dibeli, mulai dari souvenir kecil, tas, batik, kaos, stiker, jam aneh yang memutar tidak searah jarum jam biasa, bahkan hingga sandal dan sepatu. Semuanya laris manis diburu pengunjung, terutama kaos.

Karena itu, walaupun produksinya berjalan terus, kadang pengunjung harus kecewa karena sering kehabisan kaos. Namun, di balik kesuksesan yang telah dicapai sekarang, sebenarnya ada proses panjang yang harus dilalui Joger. Kalau sekarang, Joger sudah mempunyai mesin produksi sendiri, dengan proses digital yang sangat cepat, yang hampir tidak pernah menganggur berproduksi karena banyaknya permintaan.

Saat awal memulai, Joger adalah sebuah kerja keras yang patut diteladani. Belum punya mesin sendiri, Mr Joger tidak mau bergantung dan berputus asa. Ia mendesain sendiri produk kaosnya, dan melakukan permenungan kata-kata unik setiap hari. Karena belum punya mesin, desain tersebut ia “orderkan” kepada orang lain yang punya mesin. Saat itu, semuanya dicetak manual. Desain dan kata-kata original khas Mr. Joger pun akhirnya mulai dijajakan di tokonya. Salah satu sudut ruangan toko tantangan selanjutnya membangun merek, sekaligus merebut kepercayaan orang untuk membeli produknya.

Mr. Joger pantang berputus asa. Ia bergerilya dari mulut ke mulut, dari satu tourist guide ke tourist guide yang lain, mengabarkan kepada mereka agar mau merekomendasikan produknya kepada para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Lambat laun, kerja kerasnya mulai mendapatkan hasil. Dengan keunikan produknya yang memang berbeda dari biasanya, ia mulai mendapatkan perhatian dari banyak pihak. Media massa pun mulai meliriknya sebagai berita. Muncullah ia di berbagai media, baik lokal maupun nasional.

Sejak kemunculannya di berbagai media inilah, tidak pelak lagi, Joger mulai menancapkan kakinya sebagai salah satu barang souvenir wajib yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke pulau Dewata. Yang menarik dari Joger adalah kreativitasnya yang seakan tidak pernah surut. Konsep kata-kata yang digunakan begitu orisinil, unik, menggelitik, dan penuh sindiran. Tetapi tidak bisa dipungkiri, kata-kata yang kadang terkesan konyol tersebut sangat filosofis,dan penuh perenungan.

Kreativitas tidak pernah berhenti, banyak pelajaran yang saya dapatkan saat berkunjung ke Joger ini. Pertama, konsep pemasaran yang tidak biasa yang dijalankan Joger sangat berhasil (Istilah kerennya Anti Marketing). Orang biasanya selalu hanya ingin mengungkapkan hal-hal baik pada dirinya, tetapisejak awal, Joger bilang: “Joger jelek, Bali bagus”. Tidak ada kesuksesan tanpakerja keras.

Kedua, Joger bukanlah berhasil dengan tiba-tiba. Keberhasilan Joger berasal dari upaya kerja keras terus menerus dari pemiliknya, dan juga tim kerjanya. Mereka melakukan berbagai cara dan upaya agar tokonya bisa besar. Kerja keras itu dilakukan dalam waktu yang cukup dan didapatkan melalui perjalanan yang membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan kesabaran. Kalau sudah begitu, kesuksesan hanyalah masalah waktu.

Dan terakhir, kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk menguasai masa depan. Sama-sama jualan kaos, sama-sama jualan souvenir, sama-sama jualan sepatu dan sandal, tetapi Joger membuktikan dengan kreativitas yang unik, yang membedakannya dari produk sejenis, akan memberikan nilai tambah dan keunggulan bersaing yang tidak dimiliki oleh orang lain. Jangan pernah bermimpi mampu bersaing dengan oranglain, atau menjadi besar, tanpa kita mempunyai keunggulan bersaing. Semakin unik keunggulan bersaing yang kita miliki, semakin besar peluang untuk mencapaikesuksesan. 

Denpasar,  Agustus 2015

No comments:

Post a Comment