Sunday, 13 March 2016

Indonesia, Islam dan Masjid Chengho

Berbicaratentang Indonesia berarti berbicara tentang sejarah. Indonesia hari ini adalah wujud atau hasil dari apa yang terjadi dimasa lalu. Sebagai bekas negara jajahan dengan kekayaan sumber daya yang melimpah, negeri ini juga ‘pernah’ merasakan kemerdekaan. Indonesia tepatnya memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17agustus 1945.

Indonesia sangat terkenal dengan keberagaman suku, agama dan budayanya. Negara dengan 33 provinsi ini memiliki ribuan suku bangsa, ribuan pulau dan ratusan jenis bahasayang dipakai sehari-hari sesuai dengan domisili masyarakat. Untuk menyatukan keberagaman ini, kemudian dikenal istilah binaka tunggl ika, yang memiliki makna berbeda-beda tapi tetap satu.

Untuk agama, mayoritas penduduk negara seribu pulau ini memeluk agama Islam. Bahkan indonesia juga dikenal sebagai negara dengan tingkat persentasi masyarakat muslim tertinggi didunia saat ini dengan sekitar 87% orang. Islam di Indonesia hari ini tidak serta merta hadir begitu saja. Sejarah panjang dilaluinya untuk menjadi kepercayaan mayoritas masyarakat bangsa ini.

Satu yang menarik adalah salah satu penyebar agama rahmatanlilalamin yang tercata dalam sejarah Indonesia adalah Laksamana Chengho. Pada tahun 1405, delapan puluh tujuh tahun lebih sebelum penjelajahan Columbus, seorang pelaut Muslim China, Laksamana Zheng He atau diIndonesia lebih dikenal dengan nama Cheng Ho telah lebih dahulu mengarungi lautan dunia dengan jarak tempuh yang lebih panjang dan lebih luas dibanding seorang penjajah Colombus. Kapal yang digunakan Cheng Ho dengan panjang 400 kaki adalah jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kapal Columbus yang panjangnya hanya 85 kaki.

Cheng Ho melakukan penjelajahan dunia sebanyak tujuh kali dari tahun 1405 sampai 1433. Kapal-kapal Cheng Ho mengunjungi Nusantara, Thailand, India, Arabia, dan Afrika Timur. Bahkan ada beberapa spekulasi yang memperkirakan perjalanan kapal Cheng Ho jauh melampaui Semenanjung Harapan Afrika Selatan. Bahkan ahli sejarah Gavin Menzies memperkirakan bahwa Cheng Ho juga mencapai benua Amerika, meskipun banyak diragukan ahli lain karena dugaan Menzies kurang didukungbukti-bukti sejarah yang meyakinkan.

Penjelajahan Cheng Ho bukanlah suatu upaya untuk melakukan penaklukan atau penjajahan terhadap bangsa-bangsa lain oleh bangsa China. Perjalanan Cheng Ho lebih merupakan upaya untuk mengenal bangsa-bangsa lain dan juga untuk menjajaki kemungkinan untuk kerjasama perdagangan dan ekonomi dengan bangsa-bangsa lain. Cheng Ho membawakan kepada bangsa lain hadiah-hadiah seperti emas, perak, porselin, dan sutera; sebagai imbalannya Cheng Ho membawa pulang ke negaranya binatang-binatang yang tidak ada di negaranya seperti burung unta, zebra, unta,dan jerapah, dan juga membawa pulang gading gajah.  

Karena jasanya itu, maka masyarakat muslim Tionghoa mendirikan masjid yang berarsitektur cina yang mereka namai masji Laksamana Cheng Ho. Masjid Laksamana Cheng Ho sendiri saat ini tercatat hanya ada 4 di Indonesia, yakni di Palembang, Surabaya, Pasuruan dan Makassar. Satu yang paling menarik perhatian adalah masjid Cheng Ho kabupaten Pasuruan. Masjid yang berletak di Jl. Raya Kasri ini adalah salah satu daya tarik kota Pandaan. Menjadi salah satu icon dan menjadi sarana ibadah sekaligus tempat wisata bagi pengunjung luar kota.

Masjid berarsitektur Cina yang diresmikan pada tgl 27 Januari 2008 oleh Bupati H.Jusbakir Aldjufri SH.MM, sedangkan peletakan batu pertama dilakukan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 30 Mei 2004, sebelumnya merupakan tanah kosong milik perhutani yang kemudian dikelola menjadi masjid yang menelan biaya hinggaRp. 3,2 milyar lebih.

Masjidini dibangun di atas tanah seluas 6.000 meter persegi. Dengan luas bangunan masjid 550 meter persegi. Masjid ini terdapat dua lantai. Lantai bawah seluas 529 meter persegi bakal ditempati perpustakaan, akad nikah dan acara seremonial religi lainnya. Sejak habisnya masa jabatan Bupati Jusbakir, masjid ini sekarang dikelola oleh ketakmiran masjid sebagai penanggung jawab.

Malang,  Agustus 2015 

No comments:

Post a Comment